Research centre REACH

Determinan penggunaan kontrasepsi pada wanita menikah di Indonesia (Determinants of contraceptive use among married women in Indonesia)

Sitasi: Gafar, A., Suza, D. E., Efendi, F., Has, E. M. M. A., Pramono, A. P., & Susanti, I. A. (2020). Determinants of contraceptive use among married women in Indonesia. F1000Research9.

Latar Belakang: Alat kontrasepsi dalam keluarga berencana digunakan untuk mengontrol waktu antar kehamilan. Meski jumlah pemakai KB meningkat, determinan penggunaan kontrasepsi pada wanita menikah di Indonesia masih belum mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi pada wanita menikah di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017. Kami memilih 35.621 wanita menikah berusia 15-49 tahun. Kemudian, determinan penggunaan kontrasepsi pada wanita menikah di Indonesia diperiksa dengan regresi logistik biner. Hasil: Umur perempuan (Adjusted Odds Ratio (AOR) = 0,529; CI 95% = 0,470-0,597), jumlah anak yang masih hidup (AOR = 44,024; CI 95% = 33,193-58,390), tingkat pendidikan (odds ratio yang disesuaikan = 2,800 ; 95% CI = 2.181-3.594), indeks kekayaan (AOR = 1.104; 95% CI = 0.978-1.246), frekuensi menonton televisi (AOR = 1.555; 95% CI = 1.321-1.829), dan frekuensi penggunaan Internet (AOR = 0,856; CI 95% = 0,794-0,924) secara signifikan terkait dengan penggunaan kontrasepsi di kalangan wanita menikah. Kesimpulan: Penelitian ini menyoroti determinan penggunaan kontrasepsi pada wanita menikah di Indonesia. Usia perempuan, jumlah anak yang masih hidup, tingkat pendidikan, indeks kekayaan, dan akses informasi dapat mempengaruhi penggunaan kontrasepsi pada perempuan tersebut. Penelitian ini menekankan bahwa pendidikan kesehatan dan promosi tentang pentingnya penggunaan kontrasepsi harus dimulai dengan cara yang inovatif.

× How can I help you?