Research centre REACH

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pola Makan Balita di Wilayah Pesisir (Factors Influencing the Feeding Pattern of Under-Five Children in Coastal Areas)

Sitasi: Nursalam, N., Rachmawati, P. D., Efendi, F., Pradanie, R., & Hidayati, L. (2019, March). Factors Influencing the Feeding Pattern of Under-Five Children in Coastal Areas. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 246, No. 1, p. 012008). IOP Publishing.

Malnutrisi adalah kondisi kekurangan gizi kronis. Penyebab gizi buruk pada anak-anak Madura yang tinggal di wilayah pesisir dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk ibu menyusui. Pola makan penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang balita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor budaya suku Madura yang mempengaruhi pola makan pada balita dalam Teori Transkultural. Desain penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu balita yang mengalami gizi kurang sebanyak 34 orang dari 11 desa. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik random sampling sebanyak 24 responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendidikan yang terdiri dari tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang diet, serta nilai budaya efikasi, norma, dan gaya hidup. Variabel terikat adalah pola makan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji regresi linier berganda dengan derajat signifikansi p <0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara efikasi pemenuhan gizi (p = 0,039) dan gaya hidup (p = 0,000), faktor yang paling berpengaruh antara kedua faktor tersebut adalah gaya hidup. Faktor nilai budaya khususnya keampuhan pemenuhan gizi dan gaya hidup mempunyai hubungan yang signifikan dengan pola makan masyarakat Madura, sedangkan tingkat pendidikan, pengetahuan dan norma menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk meningkatkan dan mendukung pola makan dengan Pendidikan kesehatan yang efektif di lingkungan pesisir.

Penyapihan dini untuk bayi (0-6 bulan) pada masyarakat Madura berdasarkan teori keperawatan transkultural (Early weaning food for infants (0-6 months old) in madurese people based on transcultural nursing theory)

Sitasi: Has, E. M. M., Syaltut, M., Kusumaningrum, T., & Efendi, F. (2018). Early weaning food for infants (0-6 months old) in madurese people based on transcultural nursing theory. E&ES116(1), 012059.

Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan makanan penyapihan diberikan kepada bayi berusia 624 bulan. Di budaya Madura masih ada praktik pemberian MP-ASI sebelum bayi mencapai usia enam bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor pemberian MP-ASI pada bayi usia 0-6 bulan berdasarkan teori keperawatan transkultural. Desain yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu Madura yang mempunyai bayi (0-6 bulan) yang diberi MP-ASI. Sebanyak 61 responden dipilih dengan metode cluster sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pendidikan, ekonomi, politik dan hukum, nilai-nilai budaya dan gaya hidup, kekerabatan dan sosial, agama dan filosofis, dan teknologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur dan dideskripsikan dengan menggunakan frekuensi dan distribusi persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan sebagian besar adalah pendidikan dasar dan menengah (92%). Perekonomian sebagian besar berasal dari status ekonomi rendah (70%). Politik dan hukum sebagian besar positif (54%). Nilai budaya dan gaya hidup sebagian besar negatif (62%). Kekerabatan dan sosial kebanyakan negatif (64%). Religius dan filosofis sebagian besar positif (64%). Faktor teknologi dominan rendah (56%). Berdasarkan teori keperawatan transkultural terlihat adanya keragaman nilai positif dan nilai negatif. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengurangi praktik pemberian MP-ASI pada ibu-ibu Madura yang sesuai dengan budaya setempat.

Early weaning food for infants (0-6 months old) in madurese people based on transcultural nursing theory

To cite this article: Eka Mishbahatul, M. Syaltut, Tiyas Kusumaningrum, Ferry Efendi (2018): Early weaning food for infants (0-6 months old) in madurese people based on transcultural nursing theory

Abstract: The World Health Organization recommend weaning food is given to infants aged 6-24 months. In Madura culture still exist the practice of giving weaning food before infants reach six months old. The purpose of this study was to analyze the factors of giving weaning food for infants (0-6 months old) based on transcultural nursing theory. Design used was descriptive with cross sectional approach. Population was Madurese mothers who have infants (0-6 months old) who has been given early weaning food. A total of 61 respondents were chosen by cluster sampling method. Variables in this study were education, economic, political and legal, cultural values and lifestyles, kinship and social, religious and philosophical, and technology. Data were collected by using structured interview and described by using frequency and percentage distribution. The results had showed educational mostly were primary and middle education (92%). Economic mostly come from low economic status (70%). Political and legal mostly positive (54%). Cultural values and lifestyles mostly negative (62%). Kinship and social mostly negative (64%). Religious and philosophical mostly positive (64%). Technology factor dominantly low (56%). Based on transcultural nursing theory it is shown a diversity in positive and negative values. Further research was suggested to reduce the practice of giving weaning food behavior of Madurese mothers which suits with local culture.
Keywords: early weaning food, transcultural nursing theory, infant (0-6 months old)

[gview file=”http://komunitassehat.com/wp-content/uploads/2018/03/Has_2018_IOP_Conf._Ser.__Earth_Environ._Sci._116_012059.pdf”]

× How can I help you?