Research centre REACH

Model pemberdayaan keluarga berdasarkan keyakinan dan kesehatan terkait kualitas hidup ibu rumah tangga dengan HIV / AIDS (Family empowerment model based on belief and health related quality of life among housewives with HIV/AIDS)

Sitasi: Nursalam, N., Efendi, F., Tristiana, R. D., Misutarno, M., Maf’ula, D., & Priyantini, D. (2020). Family Empowerment Model Based on Belief and Health-Related Quality of Life among Housewives With HIV/AIDS. Systematic Reviews in Pharmacy11(5).

Tren prevalensi Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV / AIDS) di Indonesia meningkat secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pemberdayaan keluarga berbasis keyakinan dan menganalisis pengaruh kualitas hidup terkait kesehatan (HRQL) pada pasien yang terinfeksi HIV / AIDS. Rancangan metode campuran dengan tahap pertama menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 135 responden dengan HIV / AIDS ditentukan dari purposive sampling. Untuk pengembangan model dilakukan focus group dan expert discussion untuk membuat model dan alat intervensi tahap kedua. Kami menganalisis data yang dikumpulkan dengan menggunakan uji Structural Equation Model Partial Least Squares (SEM-PLS). Nilai outer loading mengukur nilai validitas subvariabel dari variabel latennya, dimana outer loading valid jika nilainya> 0,4. Berdasarkan hasil penelitian, sembilan indikator dinyatakan tidak valid (nilai outer loading = 0.4), dan indikator tersebut harus dikeluarkan dari model. Evaluasi model dalam digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Hipotesis penelitian dapat diterima jika nilai T hitung> T tabel. Faktor pelayanan kesehatan, faktor pasien, faktor keluarga dan keberdayaan mempunyai pengaruh yang signifikan antara beberapa faktor tersebut terhadap HQRL (T> 1.96). Pengembangan model pemberdayaan keluarga berbasis keyakinan memiliki pengaruh yang baik terhadap kualitas hidup terkait kesehatan pada perempuan dengan HIV / AIDS. Dari model yang dikembangkan terlihat bahwa HRQL berhubungan dengan pelayanan kesehatan, faktor pasien, faktor keluarga dan pemberdayaan.

Penentu sikap stigma pada ODHA (Determinants of stigma attitude among people living with HIV)

Sitasi: Nursalam, Efendi, F., Tristiana, R. R. D., & Primasari, N. A. (2019). Determinants of stigma attitude among people living with HIV. Journal of Global Pharma Technology, 11(8), 274-279. Retrieved from www.scopus.com

Tujuan: Human Immunodeficiency Virus / Acquisition Immunodeficiency Syndrome (HIV / AIDS) masih menjadi stigma di masyarakat dan menjadi hambatan dalam penanganan HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan dari sikap stigma pada Orang Dengan HIV / AIDS (ODHA) Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling dengan melibatkan 135 Ibu Rumah Tangga yang menderita HIV di Surabaya. Variabel bebas adalah dukungan kebijakan, karakteristik pasien (meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, status HIV, pertama kali terdiagnosis HIV), faktor keluarga (termasuk beban keluarga dan ketahanan keluarga). Variabel terikat adalah stigma. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan regresi logistik biner dengan taraf signifikansi p ?0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada lima faktor yang berhubungan dengan stigma pada ODHA, yaitu dukungan kebijakan (p = 0,019), status perkawinan (p = 0,039), pertama terdiagnosis HIV (p = 0,006), beban keluarga (p = 0,000) dan ketahanan keluarga (p = 0,041). Dari lima variabel hanya empat yang berpengaruh signifikan terhadap stigma yaitu status perkawinan (OR = 0,009; 95% CI 0,000 – 0,697), pertama terdiagnosis HIV (OR = 7,464; 95% CI 1,820 – 30,617), beban keluarga (OR = 0,075; CI 95% 0,017 – 0,329), dan ketahanan keluarga (OR = 0,010; CI 95% 0,000 – 0,381). Kesimpulan: Penentu sikap stigma pada ODHA meliputi dukungan kebijakan, status perkawinan, pertama kali didiagnosis HIV , beban keluarga dan ketahanan keluarga. Menanggulangi stigma HIV yang melibatkan berbagai sektor baik masyarakat, keluarga, swasta maupun pemerintah.

× How can I help you?