Research centre REACH

Penentu niat mahasiswa perawat untuk bermigrasi ke luar negeri untuk bekerja dan implikasinya bagi keberlanjutan: Kasus mahasiswa Indonesia (Determinants of nursing students’ intention to migrate overseas to work and implications for sustainability: The case of Indonesian students)

Sitasi: Efendi, F., Oda, H., Kurniati, A., Hadjo, S. S., Nadatien, I., & Ritonga, I. L. (2020). Determinants of nursing students’ intention to migrate overseas to work and implications for sustainability: The case of Indonesian students. Nursing & Health Sciences.

Tingkat kelulusan perawat yang tinggi dan kesempatan kerja yang terbatas di Indonesia dapat menyebabkan emigrasi perawat terutama melalui migrasi yang difasilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi mahasiswa keperawatan Indonesia yang berniat bekerja di Jepang dan prediktor niat mereka untuk bermigrasi serta memiliki rencana pasti untuk bekerja di Jepang. Desain penelitian cross-sectional dengan sampel 1.407 mahasiswa keperawatan Indonesia. Faktor yang terkait dengan niat migrasi serta rencana pasti untuk bekerja di Jepang adalah usia, tempat tinggal, dan pengalaman di luar negeri. Faktor lain yang terkait dengan rencana pasti bekerja ke luar negeri adalah pendapatan keluarga, penguasaan bahasa asing, pengetahuan tentang migrasi perawat terkait kerjasama Indonesia-Jepang, dan motivasi mereka untuk bermigrasi ke Jepang. Keberlanjutan rekrutmen perawat internasional ini dimungkinkan dengan memahami konteks negara sumber dan tujuan. Memaksimalkan manfaat migrasi perawat untuk Indonesia dan Jepang memerlukan kebijakan terstruktur yang menargetkan sektor pendidikan dan menangani masalah keberlanjutan.

Cara menarik pelajar kesehatan ke daerah terpencil di Indonesia: eksperimen pilihan terpisah (How to attract health students to remote areas in Indonesia: a discrete choice experiment)

Sitasi: Efendi, F., Chen, C. M., Nursalam, N., Andriyani, N. W. F., Kurniati, A., & Nancarrow, S. A. (2016). How to attract health students to remote areas in Indonesia: a discrete choice experiment. The International journal of health planning and management31(4), 430-445.

Latar Belakang: Daerah terpencil di Indonesia kekurangan tenaga kesehatan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan penduduk. Ada kebutuhan mendesak akan bukti mengenai intervensi untuk menarik tenaga kesehatan dan khususnya pelajar kesehatan untuk melayani di daerah terpencil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis preferensi pekerjaan mahasiswa kesehatan untuk mengembangkan kebijakan yang efektif untuk meningkatkan perekrutan dan retensi mahasiswa kesehatan di daerah terpencil. Metode: Eksperimen pilihan diskrit dilakukan untuk menyelidiki preferensi siswa kesehatan tentang karakteristik pekerjaan. Penelitian ini dilakukan di tiga wilayah berbeda di Indonesia, dengan jumlah peserta didik kesehatan 400 orang. Model logit campuran digunakan untuk mengeksplorasi preferensi yang dinyatakan untuk setiap atribut. Hasil: Data dikumpulkan dari 150 mahasiswa kedokteran, 150 perawat dan 100 mahasiswa kebidanan. Mahasiswa kedokteran memberikan preferensi tertinggi untuk menerima bantuan studi, sedangkan mahasiswa perawat memandang gaji sebagai yang paling penting. Mahasiswa kebidanan menghargai fasilitas berkualitas tinggi sebagai atribut penting. Kesimpulan: Studi ini menegaskan pentingnya intervensi kombinasi dalam menarik dan mempertahankan petugas kesehatan di daerah terpencil di Indonesia. Uang bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi preferensi siswa untuk menempati pos pedesaan; manajemen yang baik dan fasilitas yang lebih baik dipandang penting oleh semua mahasiswa kesehatan. Mengatasi preferensi pelajar kesehatan, yang merupakan calon tenaga kerja kesehatan di masa depan, akan membantu negara menyelesaikan masalah perekrutan dan retensi. Hak Cipta © 2015 John Wiley & Sons, Ltd.

× How can I help you?