Research centre REACH

Faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi pada wanita usia 15-24 tahun di Indonesia (Factors associated with the use of contraception among women age 15-24 years in indonesia)

Sitasi: Mola, F. E. P., Suza, D. E., Efendi, F., Hadisuyatmana, S., Astutik, E., & Susanti, I. A. (2020). Factors Associated with the Use of Contraception among Women Age 15-24 Years in Indonesia. Systematic Reviews in Pharmacy11(5).

Penggunaan kontrasepsi pada wanita di bawah usia 24 tahun masih kurang di Indonesia. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi pada wanita usia 15-24 tahun di Indonesia. Studi ini meneliti data yang diekstrak dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017. Desain cross-sectional digunakan sebagai pendekatan untuk menganalisis data 3.876 wanita menikah usia 15-24 tahun dan penggunaan kontrasepsi. Uji chi-square dan regresi logistik biner digunakan untuk mengevaluasi prediktor penggunaan kontrasepsi. Investigasi kami menemukan bahwa penggunaan kontrasepsi pada saat survei adalah 57,5%. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa usia ibu 15-19 tahun [AOR = 1,58; 95% CI = 1,10-2,26], ibu pendidikan tinggi [AOR = 5,37; 95% CI = 1,84-15,65], jumlah anak lebih dari tiga [AOR = 25,58; 95% CI = 11.19-58.47], dan teritori di Indonesia bagian barat [AOR = 2.78; 95% CI = 1,91-4,05] secara signifikan berkorelasi dengan penggunaan kontrasepsi pada wanita. Dengan demikian, hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi pada wanita usia 15-24 tahun di Indonesia berkaitan dengan usia, pendidikan, jumlah anak dalam keluarga, dan wilayah tempat tinggal. Penelitian ini merekomendasikan bahwa diperlukan pendekatan multisektoral untuk mengatasi masalah tersebut dengan memperhatikan perempuan tidak berpendidikan yang tinggal di Indonesia bagian tengah dan timur. Perlunya pendidikan yang lebih komprehensif terkait penggunaan kontrasepsi untuk perencanaan kehamilan dan jumlah anak dengan melibatkan suami sebagai pengambil keputusan dalam keluarga.

Determinan penggunaan kontrasepsi pada wanita menikah di Indonesia (Determinants of contraceptive use among married women in Indonesia)

Sitasi: Gafar, A., Suza, D. E., Efendi, F., Has, E. M. M. A., Pramono, A. P., & Susanti, I. A. (2020). Determinants of contraceptive use among married women in Indonesia. F1000Research9.

Latar Belakang: Alat kontrasepsi dalam keluarga berencana digunakan untuk mengontrol waktu antar kehamilan. Meski jumlah pemakai KB meningkat, determinan penggunaan kontrasepsi pada wanita menikah di Indonesia masih belum mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi pada wanita menikah di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017. Kami memilih 35.621 wanita menikah berusia 15-49 tahun. Kemudian, determinan penggunaan kontrasepsi pada wanita menikah di Indonesia diperiksa dengan regresi logistik biner. Hasil: Umur perempuan (Adjusted Odds Ratio (AOR) = 0,529; CI 95% = 0,470-0,597), jumlah anak yang masih hidup (AOR = 44,024; CI 95% = 33,193-58,390), tingkat pendidikan (odds ratio yang disesuaikan = 2,800 ; 95% CI = 2.181-3.594), indeks kekayaan (AOR = 1.104; 95% CI = 0.978-1.246), frekuensi menonton televisi (AOR = 1.555; 95% CI = 1.321-1.829), dan frekuensi penggunaan Internet (AOR = 0,856; CI 95% = 0,794-0,924) secara signifikan terkait dengan penggunaan kontrasepsi di kalangan wanita menikah. Kesimpulan: Penelitian ini menyoroti determinan penggunaan kontrasepsi pada wanita menikah di Indonesia. Usia perempuan, jumlah anak yang masih hidup, tingkat pendidikan, indeks kekayaan, dan akses informasi dapat mempengaruhi penggunaan kontrasepsi pada perempuan tersebut. Penelitian ini menekankan bahwa pendidikan kesehatan dan promosi tentang pentingnya penggunaan kontrasepsi harus dimulai dengan cara yang inovatif.

× How can I help you?