Research centre REACH

Prevalensi dan determinan gejala depresi pada orang dewasa di Indonesia: Survei nasional berbasis populasi lintas seksi (Prevalence and determinants of depressive symptoms among adults in Indonesia: A cross-sectional population-based national survey)

Sitasi: Astutik, E., Hidajah, A. C., Tama, T. D., Efendi, F., & Li, C. Y. (2020, September). Prevalence and determinants of depressive symptoms among adults in Indonesia: A cross?sectional population?based national survey. In Nursing Forum.

Tujuan: Menganalisis hubungan antara kondisi kesehatan pribadi (kesehatan diri, fungsi fisik, dan kondisi kronis) dengan gejala depresi di Indonesia. Metode: Data dikumpulkan dari survei kehidupan keluarga Indonesia 5. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah sampel 17.734 responden. Kami memasukkan gejala depresi, kesehatan diri, fungsi fisik, kondisi kronis, demografi dan variabel sosial ekonomi. Pusat untuk studi epidemiologi skala depresi digunakan untuk mengukur gejala depresi. Analisis regresi logistik multivariat digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23,47% responden mengalami gejala depresi, 20,04% memiliki nilai kesehatan yang buruk, 55,93% memiliki fungsi fisik yang buruk, dan 32,37% memiliki minimal satu penyakit kronis. Responden yang memiliki tingkat kesehatan diri yang buruk, memiliki fungsi fisik yang buruk, atau memiliki kondisi kronis memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami gejala depresi setelah mengontrol variabel demografis (usia, jenis kelamin, pernikahan, dan tingkat pendidikan), sosial- status ekonomi, dan merokok. Kesimpulan: Gejala depresi berhubungan secara bermakna dengan kondisi kesehatan pribadi termasuk kesehatan diri, fungsi fisik, dan kondisi kronis pada masyarakat penghuni. Strategi yang dapat meningkatkan kondisi kesehatan pribadi perlu dikaji di tingkat masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan jiwa.

× How can I help you?