Research centre REACH

Metode Think Pair Share (TPS) meningkatkan pengetahuan dan sikap anak usia sekolah tentang konsumsi sayur (Think pair share (TPS) method improves knowledge and attitude of school-age children in vegetable consumption)

Sitasi: Puastiningsih, S., Efendi, F., Rachmawati, P. D., & Kristiawati. (2020). Think pair share (TPS) method improves knowledge and attitude of school-age children in vegetable consumption. Journal of Global Pharma Technology, 12(2), 774-779. Retrieved from www.scopus.com

Anak usia sekolah membutuhkan konsumsi sayur untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang yang optimal. Namun, tetap menjadi tantangan untuk memastikan kebutuhan konsumsi sayuran dalam jumlah yang memadai. Metode Think Pair Share (TPS) mungkin menawarkan solusi untuk masalah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan pendidikan kesehatan dengan think pair share terhadap pengetahuan dan sikap anak usia sekolah tentang konsumsi sayur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah 40 siswa kelas IV Sekolah Dasar dan menggunakan teknik total sampling. Variabel bebas adalah pendidikan kesehatan dengan metode pembelajaran Think Pair Share, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket pengetahuan dan sikap. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test dengan signifikansi a?0,05. Hasil uji statistik menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,000) anak dalam mengkonsumsi sayur. Metode Think Pair Share dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap anak dalam mengkonsumsi sayur. Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan penggunaan metode ini sebagai media pendidikan kesehatan untuk meningkatkan konsumsi sayur pada anak usia sekolah.

Perbedaan stimulasi dan perkembangan sosial pribadi anak usia sekolah antara anak yang diasuh oleh kakek dan neneknya masing-masing (The differences in the stimulation and personal social development of school-aged children between children who raised by their grandparents and parents respectively)

Sitasi: Efendi, F. (2020). The Differences in the Stimulation and Personal Social Development of School-Aged Children between Children who Raised by their Grandparents and Parents Respectively.

Pendahuluan: Indonesia merupakan negara yang memiliki ciri budaya terkait pengasuhan anak. Kakek dapat bertindak sebagai orang tua karena faktor yang tidak terduga seperti kematian orang tua, kecelakaan, sakit, ketergantungan orang tua pada narkoba, pemenjaraan, sekolah di luar negeri atau orang tua yang masih remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara stimulasi dan perkembangan sosial-pribadi pada anak usia sekolah yang diasuh masing-masing oleh kakek dan neneknya. Metode: Sampel yang digunakan terdiri dari 20 anak yang diasuh oleh kakek neneknya dan 30 anak yang diasuh oleh orang tuanya di salah satu SD di Surabaya. Variabel independen adalah stimulasi dan variabel dependen adalah pengembangan sosial-pribadi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dianalisis menggunakan Chi-Square dan Spearman rho dengan signifikansi ? <0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan stimulasi yang signifikan antara kakek-nenek dan orang tua (p = 0,007) dan hal yang sama dalam perkembangan sosial pribadi antara kakek-nenek dan orang tua (p = 0,000). Tidak ada korelasi antara stimulasi kakek-nenek (p = 0,209) dan stimulasi orang tua (p = 0,244) dengan perkembangan sosial pribadi anak usia sekolah. Diskusi: Perkembangan sosial pribadi anak usia sekolah yang diasuh oleh kakek dan neneknya lebih rendah dibandingkan dengan yang diasuh oleh orang tuanya. Namun tidak ada hubungan antara stimulasi yang dilakukan oleh kakek nenek dengan perkembangan sosial pribadi serta stimulasi yang diberikan oleh orang tua terhadap perkembangan sosial pribadi. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi stimulasi dan perkembangan sosial-pribadi anak usia sekolah dengan membandingkan hasil anak kakek nenek dan orang tua.

× How can I help you?