Research centre REACH

Perilaku makan anak prasekolah di komunitas perkotaan: Sebuah gambaran (Pre-schoolers’ eating behavior in urban communities: An overview)

Sitasi: Eka Misbahatul Mar’ah Has, E. M. M., Nursalam, N., Ferry, E., Yuni, S. A., & Dwi, F. S. H. (2019). Pre-Schoolers’ Eating Behavior in Urban Communities: An Overview. Indian Journal of Public Health Research & Development10(8), 2569-2574.

Pendahuluan: Gizi yang cukup dibutuhkan oleh anak usia prasekolah agar dapat tumbuh kembang secara optimal. Perilaku makan selama tahun-tahun prasekolah juga membentuk preferensi pola makan seumur hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku makan anak prasekolah di masyarakat perkotaan. Metode: Desain yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dan anak usia prasekolah (usia 3-5 tahun) di Kabupaten Gresik (salah satu wilayah perkotaan di Jawa Timur). Besar sampel sebanyak 90 responden, diambil dengan teknik simple random sampling. Perilaku makan prasekolah ditentukan oleh tingkat kecukupan energi dan keanekaragaman makanan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan food recall selama 24 jam dan dideskripsikan menggunakan frekuensi dan distribusi persentase. Hasil dan Analisis: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak prasekolah memiliki tingkat kecukupan energi yang baik (64,4%). Penyumbang energi yang paling signifikan adalah karbohidrat, protein dan lemak. Sebagian besar anak prasekolah memiliki keanekaragaman makanan yang baik (75.6%). Komposisi makanan mereka sebagian besar terdiri dari beras, protein hewani dan nabati serta susu. Sayur dan buah-buahan jarang dikonsumsi. Diskusi: Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perilaku makan anak prasekolah di masyarakat perkotaan baik. Penelitian lebih lanjut dapat menggunakan temuan ini untuk mengembangkan intervensi untuk meningkatkan perilaku makan sehat anak-anak prasekolah di masyarakat perkotaan.

× How can I help you?