“Saya merasa seperti bayi”: Pengalaman kelelahan terkait kanker berdasarkan perspektif pria (“I feel like a baby”: A cancer-related fatigue experience based on a male perspective)

Sitasi: Arizona, I. K. L. T., Sukartini, T., & Efendi, F. (2020). “I Feel Like a Baby”: A Cancer-Related Fatigue Experience Based on a Male Perspective. Systematic Reviews in Pharmacy11(6), 1069-1074.

Cancer-Related Fatigue (CRF) merupakan salah satu gejala penyakit kanker akibat penyakit atau pengobatan yang biasanya dialami dengan perasaan subjektif oleh penderita kanker pria dan wanita. Namun, pasien pria cenderung mengabaikannya sehingga gejala tersebut kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman kelelahan pada pasien kanker pria. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini melibatkan 15 pasien kanker pria yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Data dianalisis menggunakan pendekatan Van Mannen dengan bantuan software NVivo 12. Ada empat tema yang diidentifikasi dalam penelitian ini, yaitu 1) ketidakberdayaan, 2) pemenuhan peran dan tanggung jawab, 3) penyesuaian, dan 4) dukungan sosial. Menurut sebagian besar informan laki-laki, kelelahan adalah ketidakberdayaan dalam menjalani kehidupan. Kelelahan dapat menurunkan predikat laki-laki sebagai individu yang kuat dan maskulin yang berakibat pada penurunan peran dan tanggung jawab. Diperlukan penyesuaian dan dukungan sosial untuk mengatasi masalah tersebut. Kelelahan pada peserta menyebabkan terganggunya peran maskulinitasnya dan berdampak pada kehidupan sehari-hari. Manajemen keperawatan diharapkan memungkinkan pasien mendapatkan intervensi spesifik yang berorientasi pada kesejahteraan pasien.

Model pengembangan pelayanan kesehatan masyarakat sebagai mitra atas stigma dan kualitas hidup perempuan HIV / AIDS (Model for development of community health care as partners on stigma and quality of living women HIV/AIDS)

Sitasi: Nursalam, N., Ernawati, E., Devy, S. R., & Efendi, F. (2020). Model for Development of Community Health Care As Partners on Stigma and Quality of Living Women With Hiv/Aids. sysrevpharm. orgSign in11(6), 1095-1099.

Perempuan yang hidup dengan HIV / AIDS memiliki kualitas hidup yang rendah karena stigma yang kuat di masyarakat. Kualitas hidup perempuan penderita HIV / AIDS dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain modal sosial yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model community health as partner (CHCP) terhadap stigma dan kualitas perempuan ODHA. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional pada 119 orang dengan pengambilan sampel multi stage cluster. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis varian atau komponen berbasis SEM yang dikenal dengan Partial Least Squares (PLS). Pengembangan model pemberdayaan kader HIV / AIDS, setelah studi path analysis dan merumuskan isu-isu strategis melalui focus group discussion (FGD) dan diskusi ahli sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Pengaruh faktor demografi, sumber daya pribadi kader, sumber daya kontekstual sosial kader, dan dukungan perawat menunjukkan t-statistic> 1.96 dan p-value <0.05. Artinya, ada pengaruh yang signifikan dari semua variabel tersebut terhadap kemampuan dan pemberdayaan kader HIV / AIDS. Koefisien yang dihasilkan bertanda positif, 0,502. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa semakin tinggi pemberdayaan kader HIV / AIDS terhadap kemampuan kader HIV / AIDS maka kecenderungan tersebut dapat meningkatkan pemberdayaan kader. Model Bina Pelayanan Kesehatan Masyarakat sebagai mitra berpengaruh besar terhadap stigma dan kualitas hidup penderita HIV / AIDS. Faktor sumber daya pribadi kader merupakan faktor yang paling kuat mempengaruhi pemberdayaan kader dalam penanggulangan HIV / AIDS, sehingga peran kader sebagai mitra dalam HI / AIDS menjadi penting untuk meningkatkan motivasi pada penderitanya.

Pengembangan instrumen perawatan perioperatif berbasis SDKI SLKI SIKI di ruang operasi (Development of perioperative care instruments based on SDKI SLKI SIKI in operating room)

Sitasi: Nursalam, N., Widodo, H., Wahyuni, E. D., & Efendi, F. (2020). Development of perioperative care instruments based on SDKI SLKI SIKI in operating room. Systematic Reviews in Pharmacy, 11(6), 1029-1035. doi:10.31838/srp.2020.6.147

Bahasa keperawatan standar sekarang menjadi tren global dalam profesi keperawatan dengan tujuan menyatukan terminologi yang digunakan dalam praktik keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun pengembangan diagnostik, outcome, dan instrumen asuhan keperawatan perioperatif berbasis intervensi standar Indonesia. Penelitian Penelitian dan Pengembangan terhadap 106 rekam medis dengan jumlah sampel 21 peserta untuk FGD dan 33 responden pada uji coba model dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengembangan instrumen asuhan keperawatan perioperatif dan dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan angket, analisis data menggunakan pendekatan deskriptif. Instrumen asuhan keperawatan pra operasi yang dikembangkan adalah: kecemasan, nyeri akut, risiko infeksi, defisit pengetahuan, dan risiko hipotermia perioperatif. Instrumen asuhan keperawatan intraoperatif yang dikembangkan adalah: klirens jalan nafas yang tidak efektif, risiko hipotermia perioperatif, risiko aspirasi, risiko perdarahan, kecemasan, risiko infeksi, nyeri akut, risiko ketidakseimbangan cairan, dan risiko jatuh. Instrumen asuhan keperawatan pasca operasi yang dikembangkan adalah: pembersihan jalan napas yang tidak efektif, risiko infeksi, nyeri akut, risiko jatuh, risiko hipotermia perioperatif, dan risiko aspirasi. Instrumen asuhan keperawatan pra operasi yang dikembangkan sebanyak 10 instrumen yang terdiri dari pra operasi, intraoperatif, dan pasca operasi. Hasil uji coba instrumen menunjukkan hasil yang baik dan pendapat positif yang diungkapkan oleh perawat di rumah sakit.

Caring-Learning-Sharing-Keperawatan-Perawat