Research centre REACH

PENANGGULANGAN MASALAH HIV/AIDS, NAPZA, DAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN PENDEKATAN PEER CONTROL GROUP DARI, OLEH, DAN UNTUK REMAJA PADA SISWA SMA KOTAMADYA SURABAYA

Citation for this: Retno Wahyuni P, Nur Nailul, Vita Kusuma R, Ikasari Rahmatina, Ferry Efendi. PENANGGULANGAN MASALAH HIV/AIDS, NAPZA, DAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN PENDEKATAN PEER CONTROL GROUP DARI, OLEH, DAN UNTUK REMAJA PADA SISWA SMA KOTAMADYA SURABAYA. Jurnal Ners.

ABSTRAK Remaja memerlukan pendekatan khusus untuk dapat menceritakan masalah yang dihadapi. Peran teman sepergaulan mendukung terjadinya perubahan pada diri remaja. Penanggulangan dengan memperbaiki teman sepergaulan menjadi sangat penting. Tujuan kegiatan untuk mengetahui tingkat keberhasilan model pendekatan Peer Control Group dari, oleh, dan untuk remaja dalam menanggulangi masalah HIV/AIDS, NAPZA, dan kesehatan reproduksi siswa SMA di Kotamadya Surabaya. Pendekatan yang dipakai yaitu bidang pendidikan, kesehatan, pelatihan disertai studi kasus. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, Workshop Kesehatan Reproduksi Remaja HIV/AIDS dan NAPZA bagi Remaja SMA di Surabaya. Tahap kedua, follow up berupa implementasi kegiatan di sekolah masing-masing oleh remaja SMA selama 6 bulan sejak workshop dan pertemuan rutin untuk sharing informasi sekaligus pengalaman. Workshop dilaksanakan selama tiga hari (22-24 April 2005) di ruang kuliah histologi FK-Unair diikuti perwakilan siswa dari sekolah terpilih. Hasil pretest sebelum workshop menunjukkan 62,5% siswa berpengetahuan cukup. Sesudah workshop, sebagian besar siswa tingkat pengetahuannya bertambah, yaitu tingkat pengetahuan cukup sebesar 25%, tingkat pengetahuan baik 68,8% dan tidak ada yang berpengetahuan kurang. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah workshop dilakukan uji statistik Pair T test dengan ?<0,05. Hasil uji statistik Pair T test didapatkan signifikansi penelitian p=0,000 (<0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat bermakna dalam hal tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah workshop. Uji korelasi didapatkan p=0,000 (<0,05), dengan demikian workshop sangat berkorelasi terhadap perubahan tingkat pengetahuan. Sehingga upaya penggulangan masalah kesehatan reproduksi remaja, NAPZA dan HIV/AIDS dengan model pendekatan peer control grup dapat diterapkan untuk remaja SMA Kotamadya Surabaya.
Kata Kunci: remaja, peer control group, follow up.

Factors influencing Indonesian women’s use of maternal health care services

Kurniati, A., Chen, C. M., Efendi, F., & Berliana, S. M. (2018). Factors influencing Indonesian women’s use of maternal health care services. Health care for women international39(1), 3-18.

Employing the 2012 Indonesia Demographic and Health Survey data, we aimed to examine factors influencing married women to use maternity services. Data of married women who had given birth in the last five years before the survey were included in the analysis (n = 14,672). Factors of education, employment, women’s age at first marriage, age at first birth, spousal education difference, contraceptive use, place of residence, and woman’s attitude toward wife beating were associated with the use of antenatal care, institutional delivery, and postnatal care services. The likelihood of women using those recommended maternal health care services increased along with the increased educational attainment among women and their spouses, and the older age at first birth. Higher schooling years may contribute to improving adequate maternal health care. Community awareness on maternal health issues should be promoted and include the prevention of early marriage, teenage pregnancies, and domestic violence.

 

[gview file=”http://komunitassehat.com/wp-content/uploads/2018/06/Factors-influencing-Indonesian-women-s-use-of-maternal-health-care-services.pdf”]

× How can I help you?